the gift review indonesia

DalamThe Gift, Hanung memanfaatkan relasi dan interaksi dua manusia yang tidak mengenal cinta, Tiana (Ayushita Nugraha) dan Harun (Reza Rahadian), sebagai pemantik konflik.Perkenalan diantara mereka bermula ketika Tiana, seorang penulis novel asal Jakarta yang sedang mencari ilham untuk menuntaskan novel terbarunya, menyewa sebuah kamar kos di rumah Harun yang berlokasi di Jogjakarta. TheLook of Silence: Directed by Joshua Oppenheimer. With Adi Rukun, M.Y. Basrun, Amir Hasan, Inong. A family that survived the genocide in Indonesia confronts the men who killed one of their brothers. Theres still a dance-like quality to his choreography, but he doesn't regard the body as an instrument so much as he does a bonsai tree that can only expression itself by being broken down to Come2Indonesiaprovides a wide variety of services for your travel to Indonesia and tourism needs, making us one of the leading travel agents in Indonesia. From booking your domestics flights to arrange your airport transfers or book your fast boat ticket. Booking transport in Indonesia. 21Photos. In Focus. Over the past month, the annual slash-and-burn efforts to create agricultural land across Indonesia's Sumatra and Borneo islands have led to nearly 1,000 wildfires that are Künstliche Befruchtung Für Singles Im Ausland. Tiana Ayushita seorang penulis novel memilih untuk tinggal di rumah kontrakan di Yogyakarta yang dimiliki oleh Harun Reza Rahadian. Suatu malam Tiana yang sedang menulis dan berusaha untuk tidur, terusik oleh suara kencang dari musik yang diputar oleh Harun. Keesokan harinya, Harun yang merasa bersalah, mengajak makan pagi Tiana. Tiana baru sadar kalau Harun adalah seorang tuna netra yang memilih menutup diri dari dunia luar dan hidup dalam kesendirian. Seiring berjalanannya waktu, Harun yang keras kepala dan satir akhirnya mulai membuka diri kepada Tiana dan timbulah perasaan saling cinta diantara mereka. Hanung Bramantyo yang dikritik habis karena film Benyamin Biang Kerok 2018 gagal dipasaran dan kualitasnya sangat kurang, yang bahkan di IMDb mendapatkan nilai dari 170 votes, kembali menunjukan kepiawaiannya dalam menggarap suatu film seperti yang dia tunjukan pada film Jomblo, Get Married dan Catatan Akhir Sekolah. Hanung memang lebih cakap dalam menggarap film-film yang sederhana, tapi agak kesulitan dalam menggarap film-film besar. Bisa jadi Hanung kali ini diberikan keleluasaan dalam meramu segala unsur artistik tanpa ada campur tangan pihak-pihak lain. The Gift banyak memberikan gambar-gambar memanjakan mata yang dipenuhi oleh metafora yang cerdas mengenai arti dari kesendirian, kegelapan dan tentunya arti dari “the gift” itu sendiri. Hanung juga sangat baik dalam menampilkan banyak shot yang subtil nan sederhana namun sangat kuat dari segi artistik dan feel. Reza Rahadian kembali membuktikan dia adalah aktor terbaik Indonesia, pada Benyamin Biang Kerok pun dia masih memberikan akting yang baik, walau naskahnya membuat karakter yang dia perankan sungguh menjengkelkan. Reza mampu memberikan emosi yang kuat dalam berbagai adegan mulai dari perasaan cintanya kepada Tiana sampai rasa frustasinya atas keadaan fisiknya itu. Ayushita yang namanya mulai terangkat di film Bukan Bintang Biasa, akhir-akhir ini pintar dalam memilih peran. Perannya di Kartini, Berangkat dan Satu Hari Nanti patut diacungi jempol. Begitu juga di film The Gift ini, dia mampu memerankan seseorang yang memiliki masa lalu yang kelam sehingga mempengaruhi jalan hidupnya dan bagaimana dia dalam mengenal orang lain. Christine Hakim aktris gaek yang berperan sebagai pekerja sosial yang mengasuh Tiana sejak kecil, turut memberikan penampilan terbaiknya, walau dengan durasi yang terbatas itu. Musik pengiringnya yang diaransemen oleh Charlie Meliala membuat suasana getir, romantis maupun suasana menyenangkan menjadi semakin ketara. Musiknya tidak memanipulasi penonton untuk membangun suasana seperti film-film horor kebanyakan atau film-film romantis kacangan lainnya. Akhir film yang cukup mengejutkan, tapi sayangnya cukup terburu-buru dan kurang kuat dalam menggugah perasaan penonton. Ditambah endingnya tidak sesuai dengan fakta medis yang ada. Final Verdict Hanung Bramantyo kembali memberikan sentuhan terbaiknya, namun sayang endingnya kurang memuaskan dan dengan unsur medis yang tidak sesuai dengan kenyataan. Review The Gift 2018 - Cerita Cinta Reza Rahadian Penyandang Tunanetra dengan Seorang Penulis Novel

the gift review indonesia